5 Alasan Kenapa Kamu Harus Punya Dana Darurat

Advertisement
5 Alasan Kenapa Kamu Harus Punya Dana Darurat – Ada beberapa alasan kenapa kamu wajib membuat dana darurat yang terpisah dari dana lainnya, hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi hal-hal yang tak terduga di masa yang akan datang. Apapun profesi kamu saat ini, baik pengusaha, karyawan, PNS, dokter, dan lain-lain, akan lebih aman jika kamu memiliki dana darurat.

Dana darurat adalah dana yang dikhususkan hanya untuk keperluan diluar perkiraan dan mendesak saja, karena dana darurat merupakan dana yang harus cepat ada ketika dibutuhkan, maka buatlah dana darurat dalam bentuk uang saja agar mudah cair, tidak disarankan dalam bentuk surat berharga atau barang mewah karena sedikit lama dalam pencairannya.

Dana darurat berbeda dengan tabungan maupun investasi, memang sama-sama “mengumpulkan uang” tapi tujuannya yang berbeda. Kalau kamu sekarang pengen beli mobil dan tidak punya uang, maka solusinya menabung untuk tujuan membeli mobil tersebut, begitu juga ketika kamu butuh biaya pendidikan, kesehatan, dan biaya-biaya lain yang kamu rencanakan.

Kalau investasi jelas, kamu ingin mengalirkan dengan tujuan untuk melibatgandakan keuangan kamu. Sedangkan kegunaan dana darurat seperti yang saya singgung di atas, yaitu untuk membiayai kebutuhan yang tak terduga, misalnya terjadi bencana, terkena PHK, mengalami kebangkrutan, dan musibah lainnya. Dengan adanya dana darurat, kamu juga akan lebih berani dalam membuat keputusan keuangan.

Lalu, apa sajakah alasan nyata yang membuat kamu harus punya dana darurat? Berikut ini ulasannya:

Sebelumnya, baca juga: Bisnis waralaba modal kecil.
5 Alasan Kenapa Kamu Harus Punya Dana Darurat

Tabungan Bocor dan Merusak Rencana Keuangan
Ada kalanya kamu akan menemui masalah yang tak terduga yang membutuhkan biaya, ketika hal tersebut terjadi, apa yang akan kamu lakukan? Tentu saja kamu akan menggunakan dana yang ada ditabungan, padahal kamu nabung untuk tujuan tertentu, dengan begitu rencana yang kamu susun akan terganggu.

Seperti yang kamu tahu, Indonesia merupakan salah satu Negara dengan potensi bencana yang cukup tinggi. Selain itu, ekonomi Indonesia juga sering terpuruk dengan adanya penurunan investasi asing, PHK massal dan sebagainya. Sangat kurang tepat jika kamu merasa aman saat ini, akan lebih baik kamu mengantisipasinya dengan membentuk dana cadangan.

Bagaimana jika tiba-tiba terjadi bencana yang memporak-porandakan tempat tinggal kamu, tentu butuh biaya renovasi yang tinggi. Bagaimana jika suatu saat kamu di PHK, apa bisa kamu langsung mendapatkan pekerjaan lain? Sulit, bukan. Lebih parahnya lagi, bagaimana jika usaha dan investasi yang kamu lakukan gagal, bisa depresi nantinya.

Menghindari Hutang
Ketika hal-hal buruk menimpa kamu, masih bagus jika kamu memiliki tabungan yang bisa menghandle, tapi bagaimana jika tabunganpun tidak ada? Atau tabungan tidak mencukupi untuk menghandle? Jika demikian maka jalan satu-satunya adalah dengan melakukan pinjaman. Padahal ketika kamu kesulitan keuangan dan kamu tetap melakukan pinjaman, hal tersebut sangat beresiko kedepannya, apalagi jika bunga bank cukup tinggi.

Kamu akan terjebak dalam keadaan “gali lubang tutup lubang” jika hal buruk yang menimpa kamu adalah kehilangan pekerjaan. Kalau kamu kehilangan pekerjaan, darimana kamu akan memperoleh penghasilan, kemudian gimana kamu akan melunasi cicilan hutang tersebut? Masih untung kalau kamu bisa dapat pekerjaan baru dengan cepat, lah kalau tidak?

Hal ini akan semakin repot ketika kamu sudah berkeluarga, yang notabene memiliki kebutuhan yang lebih besar daripada ketika masih single.
Advertisement


Waspadalah Ketika Kamu Memutuskan Untuk Pindah Kuadran
Pindah kuadran adalah istilah yang digunakan untuk menyebut seorang karyawan yang memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya dan memulai usaha sendiri. Hal yang dilakukan oleh seorang karyawan seperti ini sangat positif sekali, tapi jangan lupakan resiko kegagalannya. Sebaik apapun usaha yang akan dirintis, pasti memiliki risiko kegagalan.

Tidak hanya risiko kegagalan saja yang perlu kamu perhatikan, proses dalam memulai usaha pun perlu juga kamu perhatikan. Kalau kamu sekarang memulai usaha, apa usaha tersebut langsung bisa memberikan kamu keuntungan? Saya rasa tidak, suatu usaha baru dapat memberikan kamu penghasilan jika sudah berjalan dengan stabil, dan ini tentu saja membutuhkan waktu yang bervariasi tergantung strategi yang kamu jalankan.

Ketika usaha yang kamu jalankan belum bisa memberikan penghasilan, maka kamu juga tidak akan mendapatkan penghasilan apapun karena sudah keluar dari pekerjaan, belum lagi biaya operasi dari usaha yang kamu rintis, akan lebih rumit lagi jika kamu punya rencana untuk mengembangkan usaha tersebut, jelas butuh planning keuangan yang matang. Tapi dengan adanya dana darurat, ini akan membantu kamu untuk menyelesaikan permasalahan seperti ini.

Potensi Konflik Rumah Tangga
Point ini yang sangat saya khawatirkan, ketika kamu sudah berkeluarga, kemudian mengalami kesulitan uang akibat pengeluaran besar tak terduga, atau kehilangan pekerjaan sehingga tak ada pemasukan, padahal kebutuhan sehari-hari selalu ada saja, belum lagi jika kalian punya cicilan yang tiap bulan harus dibayar, tentu saja hal ini sangat berpotensi untuk memunculkan konflik rumah tangga kamu.

Dalam kondisi seperti ini tentu emosi semakin sulit terkendali, jika kamu tidak bisa menenangkan pikiran dan tak kunjung ada solusi, ini sangat gawat. Mau cari pinjaman? Hati-hati bisa terjebak kondisi gali lubang tutup lubang.

Menjaga Kesehatan Fisik dan Pikiran
Segala masalah yang menimpa kamu, sangat mungkin akan berpengaruh pada menurunnya kondisi fisik dan pikiran kamu. Jika hal ini terjadi maka kamu akan lebih sulit dalam mengatasi krisis keuangan tersebut, bukannya menyelesaikan masalah namun malah akan menambah permasalahan dan beban saja.

Saya enggak mau kalian mengalami hal-hal seperti di atas. Oleh karena itu, sekarang mulailah membentuk dana darurat sedikit demi sedikit, konsepnya sama dengan menabung tapi gunakanlah hanya untuk kebutuhan yang benar-benar mendesak dan gawat darurat, selain itu jangan pernah digunakan.

Jadi mulai saat ini, setidaknya pisahkan keuangan kamu menjadi tiga hal, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, untuk menabung, dan untuk membentuk dana darurat. Aturlah sedemikian ruga dengan proporsi yang menurut kalian tepat.

Selanjutnya: Cara mempersiapkan dana pensiun mulai masa muda.
----
Oke, itu saja ulasan saya tentang alasan kenapa kamu harus punya dana darurat. Semoga ulasan di atas bermanfaat dan membantu kamu dalam mengelola keuangan pribadi kamu dan keluarga. Salam sukses.
Advertisement
Previous
Next Post »

Sebelum Anda memberikan komentar dan tanggapan atas artikel di atas, baca dan pahami aturan tanggapan kami pada laman TOS. Setiap komentar yang tidak sesuai dengan aturan tanggapan tidak akan di publikasikan.
EmoticonEmoticon