Cara Bijak Mempersiapkan Dana Pensiun Mulai Dari Masa Muda

Advertisement
Cara Bijak Mempersiapkan Dana Pensiun Mulai Dari Masa Muda – Masa muda di mana kita masih bisa produktif bekerja tentu saja ada batasnya, suatu hari kita akan menua dan tidak dapat lagi produktif. Hal inilah yang menuntut kita untuk memikirkan kondisi keuangan ketika masa pensiun tiba. Dana pensiun merupakan dana yang harus kita siapkan degan serius, mengingat kita tidak akan lagi seproduktif ketika masa muda. Boleh saja mengharapkan anak untuk membiayai hidup tua kita, tapi sangat lebih baik jika kita mampu mandiri.

Ketika membahas dana pensiun, pernahkah kamu berpikir untuk mulai mempersiapkannya ketika masa muda? Atau berencana untuk mempersiapkannya ketika sudah mendekati masa pensiun? Semua orang punya rencananya sendiri-sendiri, tapi sesuai yang dikatakan oleh para ahli keuangan, ada baiknya siapkanlah dana pensiun ketika masih jauh dari masa pensiun, hal ini lebih baik dan memperkecil risiko.

Cara mempersiapkan dana pensiun sendiri ada banyak, bisa kamu lakukan secara mandiri, bisa juga dilakukan melalui lembaga keuangan. Jika kamu PNS atau pegawai swasta dari perusahaan yang menyediakan jaminan social, seharusnya dana pensiun kamu sudah terbentuk karena dana pensiun merupakan kewajiban Negara dan perusahaan yang memberikan pekerjaan.

Nah, sampai di sini kita sudah tahu bahwa dana pensiun dapat disiapkan melalui dua cara, yaitu secara mandiri dan melalui lembaga keuangan. Masing-masing cara ini akan saya jelaskan, di bawah ini ulasannya:

Sebelumnya, baca juga: Peluang bisnis yang cocok untuk para pensiunan.

Cara Mempersiapkan Dana Pensiun

Cara Mempersiapkan Dana Pensiun Secara Mandiri
Setidaknya ada empat cara yang bisa kamu lakukan untuk mempersiapkan dana pensiun secara mandiri, di antaranya adalah dengan menabung, investasi, membentuk dana cadangan, dan melakukan kegiatan usaha. Jika diatur secara tepat, semua cara di atas bisa mengatasi permasalahan keuangan kamu di masa tua kelak. Tapi bagaimanapun, namanya juga mandiri maka segala resiko kamu sendirilah yang menanggungnya.

Menabung
Bedakan antara menabung untuk tujuan tertentu (misalkan untuk membeli mobil, rumah, dll) dengan menabung mempersiapkan dana pensiun, buatlah tabungan khusus untuk dana pensiun, dan jangan disentuh sebelum masa pensiun tiba. Dengan menabung sebesar 3%-10% dari gaji tiap bulan, dana pensiun kamu sudah bisa terbentuk dengan baik. Risiko dari cara ini datang dari diri kamu sendiri, yaitu tidak disiplin menabung sehingga tabungannya bocor, dan akhirnya dana pensiun pun tak terbentuk dengan baik.

Investasi
Hasil dari investasi yang kamu lakukan juga bisa kamu jadikan sebagai dana pensiun. Dengan investasi, dana kamu akan diputar untuk memperoleh pengembalian yang lebih besar. Hanya saja, tentu risiko kegagalannya juga tinggi. Untuk mempersiapkan dana pensiun, sebaiknya pilihlah investasi jangka panjang yang relative lebih stabil daripada investasi jangka pendek. Juga, jangan mudah tergiur dengan investasi yang menawarkan risiko rendah namun returnya besar, ingat teori “semakin besar return, semakin besar pula risiko”

Membentuk Dana Cadangan
Dana cadangan merupakan dana yang hanya digunakan ketika keadaan darurat saja. Dana ini juga bisa kamu gunakan untuk membentuk dana pensiun pula. Ketika masa muda, kamu bisa menggunakan dana cadangan sesuai dengan fungsinya, dan ketika masa pensiun tiba, dana cadangan yang tidak terpakai tersebut bisa kamu gunakan sebagai dana pensiun.

Baca juga: Pentingnya dana darurat.

Melakukan Kegiatan Usaha
Jika kamu hobi usaha, ini mungkin cara paling mengasyikkan untuk menghabiskan masa tua. Dengan melakukan kegiatan usaha, dana akan diputar untuk usaha dan berpotensi menghasilkan return yang tinggi. Sebaiknya jangan memulai usaha ketika sudah masuk usia tua, sejak jauh dari umur pensiun, mulailah melakukan kegiatan usaha.
Advertisement


Cara Mempersiapkan Dana Pensiun Melalui Lembaga Keuangan
Selain bisa mempersiapkan dana pensiun secara mandiri, kamu juga bisa mempersiapkannya melalui lembaga-lembaga resmi yang berwenang mengelola dana pensiun dari masyarakat. Di Indonesia sendiri ada beberapa lembaga dana pensiun, yang paling terkenal adalah BPJS Ketenagakerjaan dan PT. Taspen. Selain itu, ada juga PT. Asabri, serta ada yang dinamakan DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) dan DPPK (Dana Pensiun Pemberi Kerja), lembaga atau badan yang termasuk DPLK dan DPPK ini punya wewenang untuk membentuk dana pensiun dari masyarakat.

PT. Taspen
Lembaga ini merupakan salah satu lembaga dana pensiun paling terkenal di Indonesia, tapi sayang tidak semua orang bisa menjadi pesertanya karena PT. Taspen hanya dikhususkan untuk para PNS saja, kecuali PNS dari bidang pertahanan (Polisi, TNI, dll)

Ketika kamu menjadi PNS, secara otomatis kamu sudah terdaftar di PT. Taspen, nanti akan ada potongan gaji untuk iuran dana pensiun. Dana tersebut oleh PT. Taspen akan dikelola untuk investasi dan sebagainya agar memberikan manfaat yang lebih besar, sehingga dana pensiun kamu bisa lebih besar dari total iuran yang dibayarkan tiap bulannya. Lalu bagaimana jika investasi yang dilakukan oleh PT. Taspen gagal? Apakah dana pensiunnya hilang juga? Tenang saja, ketika hal tersebut terjadi, Negara lah yang akan menanggung semua risikonya, jadi dana kamu aman terkendali dan tidak akan pernah hilang.

PT. Asabri
Mirip dengan PT. Taspen, hanya saja PT. Asabri dikhususkan untuk TNI, Polri dan pegawai pertahanan lainnya. Negara juga akan menjadi pihak yang menanggung atas segala risikonya, jadi dana tetap aman terkendali dan tidak akan hilang.

BPJS Ketenagakerjaan
BPJS Ketenagakerjaan merupakan lembaga yang berwenang mengatasi dana pensiun karyawan di seluruh Indonesia. Sifatnya wajib, sehingga di manapun kamu bekerja (kecuali PNS), perusahaan seharusnya sudah mendaftarkan diri kamu di BPJS Ketenagakerjaan. Hebatnya lagi, Negara juga akan menjadi penanggung segala risikonya, jadi sama seperti di PT. Taspen dan PT. Asabri, dana kamu akan aman terkendali.

DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan)
Lembaga dana pensiun yang satu ini berbeda dengan lembaga yang disebutkan di atas, lembaga ini memiliki kepesertaan yang bersifat sukarela. Jadi siapa pun dapat menjadi pesertanya asal mendaftarkan diri dan menyetorkan dana sesuai kesepakatan dengan jangka waktu tertentu. Contoh DPLK yang ada di Indonesia adalah DPLK Manulife, DPLK Muamalat, dan DPLK Bumiputera. Tapi ingat, di lembaga ini Negara bukan menjadi penanggung risikonya tapi kamu sendirilah yang akan menjadi penanggung atas segala risiko yang ada.

DPPK (Dana Pensiun Pemberi Kerja)
Kalau ini merupakan pengelolaan dana oleh perusahaan pemberi kerja, jadi tidak semua perusahaan akan memberikan dana pensiun kepada karyawannya. Sifatnya pun tidak wajib, hanya perusahaan yang secara financial kuat saja yang bisa memberikan dana pensiun kepada karyawannya. Contoh perusahaan di Indonesia yang mampu memberikan dana pensiun adalah Pertamina, Telkom, Astra, dan Bank Mandiri. Ketika kamu bekerja di perusahaan yang memberikan dana pensiun seperti itu, kamu pasti akan dapat dana pensiun dobel, dari perusahaan dan dari BPJS, enak’kan?

Baca juga: 5 tanda keuangan yang tidak sehat.
----
Oke, itulah ulasan tentang cara mempersiapkan dana pensiun mulai dari masa muda. Semoga ulasan di atas bermanfaat. Salam sukses.
Advertisement
.
Previous
Next Post »

Sebelum Anda memberikan komentar dan tanggapan atas artikel di atas, baca dan pahami aturan tanggapan kami pada laman TOS. Setiap komentar yang tidak sesuai dengan aturan tanggapan tidak akan di publikasikan.
EmoticonEmoticon