Wednesday, 6 May 2015

Pengertian, Kegunaan, dan Contoh Neraca (Laporan Posisi Keuangan)

Advertisement
Pengertian, Kegunaan, dan Contoh Neraca (Laporan Posisi Keuangan) – Salah satu bagian dari laporan keuangan adalah neraca atau sering disebut dengan istilah laporan posisi keuangan (Balance Sheet). Neraca merupakan laporan yang wajib dibuat/disusun oleh perusahaan untuk menggambarkan kekayaan dan kewajiban yang dimilikinya. Suatu perusahaan akan dianggap gagal dalam menyediakan informasi jika tidak menyusun suatu laporan keuangan yang diantaranya adalah menyusun neraca, hal ini wajar karena dalam neraca mengandung informasi-informasi yang material untuk berbagai pihak seperti shareholder, bondholder, government, calon investor, akademisi, dan berbagai pihak lainnya.

Tidak hanya untuk perusahaan besar, perusahaan skala kecil dan menengah pun perlu untuk menyusun neraca, karena neraca akan sangat bermanfaat. Ada banyak sekali manfaat dari neraca, dan dalam postingan kali ini akan diulas baik pengertian neraca, kegunaan neraca, dan juga contoh neraca. Tak perlu panjang lebar, langsung saja, berikut ulasannya:

Pengertian Neraca
Neraca adalah bagian dari laporan keuangan yang memuat dan melaporkan mengenai aktiva, kewajiban, dan ekuitas pemegang saham suatu perusahaan pada tanggal tertentu. Informasi yang terkandung dalam neraca adalah informasi mengenai sifat dan jumlah kekayaan (aktiva), kewajiban (hutang), dan ekuitas pemilik dari perusahaan tertentu. Yang dimaksud dengan aktiva adalah manfaat ekonomi yang mungkin diperoleh di masa depan, atau dikendalikan oleh entitas tertentu sebagai hasil dari transaksi atau kejadian masa lampau. Dalam aktiva, terdapat banyak sekali akun seperti kas, piutang, persediaan, investasi, tanah, bangunan, kendaraan, mesin, goodwill, paten, dan kekayaan perusahaan lainnya.

Kewajiban adalah pengorbanan manfaat ekonomi yang mungkin terjadi di masa depan yang berasal dari kewajiban berjalan entitas tertentu untuk mentransfer aktiva atau menyediakan jasa kepada entitas lainnya di masa depan sebagai hasil dari transaksi atau kejadian masa lampau. Sedangkan yang dimaksud dengan ekuitas adalah kepentingan residu dalam aktiva sebuah entitas setelah dikurangi dengan kewajiban-kewajibannya. Dalam sebuah entitas bisnis, ekuitas merupakan kepentingan kepemilikan.

Kegunaan Neraca
Pada dasarnya kegunaan neraca adalah untuk meramalkan kesehatan keuangan suatu perusahaan, neraca dapat digunakan untuk menganalisis likuiditas, solvensi, fleksibilitas keuangan perusahaan. Selain itu, neraca juga dapat meramalkan jumlah, waktu, dan ketidakpastiaan arus kas di masa depan. Saya berikan contoh kegunaan neraca, bagaimana neraca dapat membantu berbagai pihak dalam meramalkan kesehatan perusahaan, dibawah ini contohnya.

Pengertian, Kegunaan, dan Contoh Neraca (Laporan Posisi Keuangan)
PT. ABC melaporkan laba per saham sebesar Rp. 30.000 pada suatu tahun, naik sekitar 60% dibandingkan tahun sebelumnya. Namun harga sahamnya jatuh, menurun drastic. Mengapa? Ternyata neraca perusahaan mengindikasikan bahwa piutang telah meningkat secara substansial dan komposisi persediaan telah berubah secara dramatis. Kenaikan piutang yang substansial ini mengindikasikan bahwa perusahaan kesulitan dalam menagih piutang. Lebih lanjut, walaupun persediaan secara keseluruhan tetap stabil, namun persediaan barang jadi meningkat 50%. Dengan kata lain, persediaan barang jadi menumpuk karena penjualan tersendat. Para investor yang berpengalaman, yang bisa melihat tanda-tanda kesulitan perusahaan yang tercermin dalam neraca, akan mulai menjual saham mereka untuk menghindari kerugian.

Contoh Neraca
Oke, setelah anda paham dengan pengertian neraca dan kegunaan neraca, kini saatnya anda untuk mencermati beberapa contoh neraca dibawah ini. Contoh neraca yang akan saya berikan ini meliputi contoh neraca perusahaan dagang, perusahaan jasa, dan neraca perusahaan manufaktur.

Sebelumnya, baca juga: Contoh neraca bank.

Contoh neraca perusahaan dagang

PT. ABC
NERACA
31 Desember 2014
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas196,533
Piutang usaha - pihak ketiga352,396
Piutang lain-lain - pihak ketiga46,922
Persediaan2,271,071
Pajak dibayar dimuka:
Pajak penghasilan36,435
Pajak lain-lain80,184
Biaya dibayar dimuka219,481
Uang muka74,098
Aset tidak lancar yang diklasifikasikan sebagai
dimiliki untuk dijual6,128
Jumlah aset lancar3,283,248
ASET TIDAK LANCAR
Piutang lain-lain - pihak ketiga3,011
Biaya dibayar dimuka60,076
Uang muka161,450
Aset tetap4,610,388
Aset takberwujud lainnya83,680
Goodwill9,869
Aset pajak tangguhan - bersih31,070
Properti investasi-
Aset tidak lancar lainnya52,850
Jumlah aset tidak lancar5,012,394
JUMLAH ASET8,295,642
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Pinjaman bank dan cerukan339,688
Utang usaha:
Pihak ketiga1,584,516
Pihak berelasi5,410
Utang lain-lain:
Pihak ketiga453,101
Pihak berelasi2,616
Utang pajak:
Pajak penghasilan badan-
Pajak lainnya16,809
Akrual295,186
Provisi7,195
Kewajiban imbalan kerja53,130
Penghasilan tangguhan28,642
Liabilitas derivatif1,840
Jumlah liabilitas jangka pendek2,788,133
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Penghasilan tangguhan10,255
Provisi8,703
Kewajiban imbalan kerja34,731
Jumlah liabilitas jangka panjang53,689
EKUITAS
Modal saham - Modal dasar 9.000.000.000 saham. Modal ditempatkan dan disetor penuh 4.183.634.000 saham dengan nilai nominal Rp 50 (Rupiah penuh) per saham209,182
Tambahan modal disetor2,988,060
Cadangan lindung nilai arus kas(1,380)
Saldo laba:
Dicadangkan42,000
Belum dicadangkan2,215,958
Jumlah ekuitas5,453,820
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS8,295,642
Advertisement


Contoh neraca perusahaan jasa

PT. ABC
NERACA
31 Desember 2014
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)
ASET
ASET LANCAR
Kas dan Setara Kas60.182.786.415
Piutang Usaha - Pihak Ketiga33.986.887.382
Piutang Lain-lain - Pihak Ketiga306.794.607
P e r s e d i a a n3.334.913.425
Pajak Dibayar di Muka9.735.975.571
Uang Muka830.349.314
Biaya Dibayar di Muka512.682.256
Bank Garansi-
Jaminan yang Dapat Dikembalikan1.260.000.000
Jumlah Aset Lancar110.150.388.970
ASET TIDAK LANCAR
Aset Tetap - Setelah Dikurangi Akumulasi Penyusutan sebesar Rp 16.419.194.06372.869.274.031
Aset Pajak Tangguhan-
Biaya Ditangguhkan-
Aset Lain-lain153.189.928
Jumlah Aset Tidak Lancar73.022.463.959
JUMLAH ASET183.172.852.929
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang Usaha - Pihak Ketiga3.859.926.448
Utang Lain-lain:
- Pihak Ketiga670.009.619
- Pihak Berelasi11.968.698
Utang Pajak268.333.458
Beban Akrual193.099.133

Jumlah Liabilitas Jangka Pendek5.003.337.356
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Estimasi Liabilitas Imbalan Pascakerja983.775.000
Jumlah Liabilitas5.987.112.356
E K U I T A S
Modal Saham - nilai nominal Rp 50 per saham. Modal Dasar - 1.079.452.000 saham. Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 437.913.588 saham21.895.679.400
Saldo Laba *):
Ditentukan Penggunaannya-
Belum Ditentukan Penggunaanya79.988.544.936
Tambahan Modal Disetor75.284.353.604
J u m l a h177.168.577.940
Kepentingan Non Pengendali17.162.633
Jumlah Ekuitas177.185.740.573
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS183.172.852.929

Contoh neraca perusahaan manufaktur

PT. ABC
NERACA
31 Desember 2014
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)

ASET
Aset lancar
Kas dan setara kas7.817.288.377
Piutang usaha - Pihak ketiga18.762.929.663
Piutang lain-lain - Pihak ketiga922.212.539
Persediaan53.259.970.197
Uang muka pajak3.494.533.249
Beban dibayar dimuka535.314.701
Aset lancar lainnya90.000.000
Jumlah aset lancar84.882.248.726
Aset tidak lancar
Aset pajak tangguhan - bersih3.363.661.069
Piutang pihak berelasi5.367.229.419
Investasi pada Entitas Asosiasi80.564.678.985
Aset tetap5.536.585.377
Properti investasi5.496.693.749
Aset lain-lain384.651.000
Jumlah aset tidak lancar100.713.499.599
Jumlah aset185.595.748.325
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas jangka pendek
Utang bank6.169.894.417
Utang usaha - Pihak ketiga3.848.476.760
Utang lain-lain:
Pihak berelasi19.975.000
Pihak ketiga9.997.000
Beban yang masih harus dibayar27.455.510.321
Utang pajak1.709.246.810
Utang dividen26.003.625
Jumlah liabilitas jangka pendek39.239.103.933
Liabilitas jangka panjang
Imbalan pasca-kerja7.076.683.000
Jumlah liabilitas jangka panjang7.076.683.000
Jumlah liabilitas46.315.786.933
Ekuitas
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk:
Modal saham nilai nominal Rp 500 per saham Modal dasar - 85.000.000 lembar saham. Modal ditempatkan dan disetor penuh - 21.250.000 lembar saham10.625.000.000
Tambahan modal disetor - bersih54.495.834.748
Selisih transaksi perubahan ekuitas anak perusahaan/ Entitas Asosiasi51.577.636.353
Saldo laba22.581.490.291
Jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk139.279.961.392
Kepentingan non-pengendali-
Jumlah ekuitas - bersih139.279.961.392
Jumlah liabilitas dan ekuitas185.595.748.325

Jika diperhatikan dari contoh neraca diatas, antara perusahaan dagang, jasa ataupun perusahaan manufaktur tidak terdapat perbedaan yang mencolok. Pada intinya, neraca hanya memuat informasi semua asset, kewajiban/liabilitas, dan ekuitas yang dimiliki oleh suatu perusahaan pada tanggal tertentu.

Selanjutnya: Cara membuat neraca.
---
Oke, mungkin hanya itu saja ulasan tentang pengertian, kegunaan, dan contoh neraca yang dapat saya berikan. Semoga ulasan pengertian, kegunaan, dan contoh neraca diatas dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman anda.
Advertisement
.

1 comment:

  1. Lengkap banget, makasih min, sangat membantu saya.

    ReplyDelete

Sebelum Anda memberikan komentar dan tanggapan atas artikel di atas, baca dan pahami aturan tanggapan kami pada laman TOS. Setiap komentar yang tidak sesuai dengan aturan tanggapan tidak akan di publikasikan.